Sejarah berdirinya Pangkalan Bun berawal pada masa kesultanan Kutawaringin. Pada tahun 1679 Pangeran Adipati Anta Kusuma memimpin kesultanan bersama dengan Kyai Gede sebagai Perdana Menteri. Istana Pangeran dikenal sebagai Astana Alnusari, pada awalnya didirikan di Kotawaringin lama. Pada tahun 1814, istana tersebut dipindahkan ke Pangkalan Bun dan dipergunakan sebagai pusat pemerintahan, kemudian dikenal sebagai Keraton Kuning atau Indra Kencana. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Kesultanan Kutawaringin menjadi wilayah Kabupaten dengan Sampit sebagai ibukota.
Pangkalan Bun adalah kota kecil dengan berbagai kesibukan yang dapat dilihat dan dilakukan, jenis-jenis kerajinan unik dan menarik khas Kalimantan Tengah dapat ditemui di pasar-pasar umum.
Di Pangkalan Bun, transportasi kebanyakan dilakukan dengan berjalan ataupun menggunakan perahu, dapat berupa rakit bambu hingga perahu besar. Kunjungi juga pasar terapung untuk dapat benar-benar menemukan keunikan budaya dari wilayah yang sebagian besar terdiri dari air ini. Termasuk budaya memiliki telinga panjang bagi sebagian masyarakat di komunitas Dayak.