Informasi Perjalanan
Bali merupakan wujud nyata perpaduan antara kentalnya budaya dan tradisi lokal dengan kehadiran tekhnologi dan wisatawan manca negara, dimana masyarakatnya hangat dan penuh keramahan serta masih sangat memegang adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Bali memiliki keindahan alam yang selama berabad-abad telah menarik perhatian para seniman, penulis dan wisatawan dari seluruh dunia untuk datang ke daerah pesisir yang kaya budaya ini.
Bali adalah satu-satunya pulau di Indonesia yang dapat mempertahankan kebudayaannya tanpa terusik. Pulau ini berkembang dengan kekayaan tradisi budayanya hingga Pasukan Belanda datang pada tahun 1900. Hal ini menjadikan Bali sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang mayoritas penduduknya tetap menganut agama Hindu, sebagai hasil dari meleburnya 2 kebudayaan yaitu lokal dan India yang terjadi lebih dari seribu tahun lalu.
Bali telah dihuni sejak masa pra historis. Zaman perunggu diawali di Bali sebelum 300 SM. Agama Hindu menyebarkan pengaruhnya di daerah ini sekitar 400 M, diikuti dengan masuknya pengaruh Budha pada tahun 500 M. Setelah pendudukan Jepang di Perang Dunia Kedua tahun 1939-1945, Bali menjadi salah satu propinsi Indonesia, namun demikian masih tetap dapat mempertahankan kebudayaannya yang unik.
Keindahan alam Bali terhampar di sabuk lingkar daerah tropis yang sempit, musim hujan dan musim panas berlangsung cukup seimbang, sehingga curah hujan dan sinar matahari tersedia secara mencukupi di sini. Musim kering yang lebih sejuk berlangsung pada April hingga Oktober dan inilah saat yang tepat untuk mengunjungi Bali. Sisa waktu lainnya sepanjang tahun lebih lembap, berawan dan sering turun hujan.
Bulan Juli, Agustus, awal September dan Natal adalah saat ramainya kunjungan wisatawan ke pulau Bali baik yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia maupun manca negara. Selain waktu tersebut di atas, Bali hanya dikunjungi sedikit turis.